Antitesis Stigma Negatif dari Mencintai Diam-Diam

jatuh-cinta

(Sebuah Kajian Asik dalam Diri Sang Tukang Kritik)

“Sepertinya dia tahu, karena begitu saya mencintainya diam-diam,

ia balas dengan reaksinya yang sama, yaitu mendiamkan saya”

Tulisan ini bukan suatu curhatan, melainkan hanya sebuah analisis dan kajian asik yang bisa saja menggelitik atau buat hati terusik..  Yaa, judul yang dikedepankan kali ini adalah Mencintai Diam-Diam, yang artinya tidak ada kalo kamu cari di Kamus Besar Bahasa Apapun di Dunia ini.  Jadi, segala istilah, analogi, dan konteks yang ada dalam tulisan ini hanya fiktif belaka, tidak berdasarkan penelitian sebelumnya, hingga gak ada dimulai dari daftar isi dan berakhir sampai daftar pustaka.

Mungkin sebagian orang pernah mengalami “Mencintai seseorang secara diam-diam.”  Tapi cuma sedikit yang ngerti bagaimana mencintai diam-diam itu sendiri, karena selalu dipandang negatif.  “iiih cupu banget sih lo, masa mencintai diam-diam” kira-kira begitulah.

Oke, dalam kesempatan ini, saya akan menggugurkan beberapa teori cinta yang membuat hal “mencintai diam-diam” adalah suatu yang cupu, negatif, dan tampak gak berkelas.

1. Teori Cinta itu harus diungkapkan sebelum menyesal!

Oke, penyesalan itu memang ada dibelakang, karena yang didepan cuma ada pendaftaran.  Tapi gak selamanya cinta yang gak terungkap itu mendatangkan penyesalan. Contohnya?  Cuma orang yang tulus yang bisa rasain, bro. Itulah kenapa Para Kaum Pencinta Diam-Diam tidak pernah menyesal akan perbuatannya, dibandingkan harus melukai. Mereka cuma percaya bahwa cinta tak pernah membawa penyesalan, baik terungkap ataupun terpendam.  Buat apa membuat dia tertarik kalo ternyata pada akhirnya melepas? Jllebb. Jlebb.

2. Cinta itu harus diungkapkan bukan lewat perkataan saja tapi perbuatan!

Nah untuk teori ini, siapa yang bilang kalo para kaum pecinta diam-diam itu menjalaninya tanpa perbuatan? Begini, mencintai diam-diam itu ibarat cuma duduk di kursi goyang. Ada kok pergerakannya tapi ya gitu deh tanpa tujuan dan stuck di tempat. Jleebb

3. Kalo punya cinta jangan dibawa terbang terlalu tinggi, sekalinya jatuh bakal sakit banget, tapi kalo gak terbang tinggi ntar gak bisa liat pemandangan indah.

Nah teori ini sedikit banyak bikin para Kaum Pecinta diam-diam mulai punya semangat bahwa “tuh kan, cinta bikin serba salah”  Makanya, lebih asik mencintai diam-diam, karena menurut mereka yang udah mengalaminya, pemandangan indah bakal selalu ditemui ketika melihat pujaannya, sekecil apapun hal yang dilakuin. Misalnya, pas pujaannya lewat sambil senyum dan ngucapin selamat pagi, itu udah berasa kayak dipeluk bidadari, ademmmmm..

So, kita perlu menghargai buat yang mencintai diam-diam ini. Karena satu hal postif dari mencintai diam-diam adalah orang yang kita cintai diam-diam gak akan mampu menolak nya. No penolakan, adem, dan tulus. That’s it.

Dalam hal timbal balik, hubungan percintaan itu berbeda dengan pertemanan.  Kita bisa berteman dengan siapa siapapun yang menganggap kita teman.  Tapi kita bisa mencintai siapapun tanpa dia menganggap kita adalah orang yang dicintainya.  Pertemanan itu dua arah, sedangkan cinta itu searah, tanpa balasan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: