Agama – Jalan Dialog (oleh Hans Kung)

religion-and-scienceMendefinisikan  agama (religion) sama sulitnya dengan mendefinisikan seni.

“Sebelumnya saya tahu apa itu agama namun tidak ketika Anda meminta saya menjelaskannya,” kita bisa saja menjawab begini seperti jawaban Augustine (ketika ditanya “apa itu waktu?”).

 

Kita kerap menemukan gagasan yang sangat berbeda dalam satu topik yang sama.  Istilah “agama” merupakan terma problematik yang telah diperdebatkan secara kritis oleh para sarjana agama dan teolog. Tidak tepat di sini untuk terlibat dalam perdebatan tersebut.

Meskipun tidak selamanya benar, cukuplah kita memahami “agama” melalui analogi, karena agama memiliki kesamaan dan ketidaksamaan. Dalam kuliah-dialog ini, asumsi yang diajukan adalah tidak ada konsep agama normatif. Bagaimanapun, penting bagi teolog Kristen untuk memberikan penjelasan tentang penggunaan terma “agama”—dalam bentuk sebuah hipotesis sementara. Hal ini niscaya dilakukan karena dari seluruh perbedaan, sebagian persamaan masih dapat diamati.

Agama adalah sebuah sistem koordinat yang tertanam kuat secara transenden dan bekerja secara imanen. Dengan inilah manusia memaknai dirinya secara intelektual, emosional dan eksistensial. Agama dengan demikian menyediakan sebuah makna menyeluruh terhadap kehidupan, menjamin nilai-nilai mulia dan norma-norma tanpa syarat, menciptakan sebuah komunitas dan pesanggrahan spiritual.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: