halaman 109

8548_10200288543801654_1999453636_nBerbahagia juga mama sekarang?

“Yang sekarang ini aku tak tahu. Yang ada hanya kekuatiran. Tak ada sangkut paut dengan kebahagiaan yang kau tanyakan. Apa peduli diri ini berbahagia atau tidak? Kau yang ku kuatirkan. Aku ingin lihat kau berbahagia.”

Kutipan dialog diatas saya ambil dari Buku Tertalogi Pram yang pertama berjudul “Bumi dan Manusia”  Sungguh ini merupakan buku yang sangat bagus, dan ada sedikit penyesalan kenapa baru akhir-akhir ini selesai untuk dibaca.

Dalam hal ini, saya tidak akan me-review isi dari buku tersebut, biarlah khalayak menikmatinya dengan membaca sendiri.  Hanya saja, ada pengalaman tersendiri yang saya alami setelah membaca buku ini.  Yakni, pada konteks sang aktor utama berjuang mengejar passion nya sebagai pria yang harus adil sejak dalam pikiran.

Tulisan absurd ini untuk mu mama.  Terhitung sejak tulisan ini diluncurkan, umurku telah 24 tahun.  Parameter bahagia yang kau inginkan masih ku ramu dan kucari rumusnya. Entah, apa yang bisa kuberikan agar kau bahagia.  Tentu soal bahagia atau tidak itu relatif, ya saya tahu. Tentu juga normatif untuk diperbincangkan, ya saya paham.  Tetapi sebagai anak, mungkin mengetahui sedikit salah satu parameter itu membuat kami sedikit bernafas lega dan bahagia.

Seharusnya dulu, kau sudah menjadi salah satu Apoteker terbaik di negri ini. Namun, sayang karena biaya tak kau selesaikan pendidikanmu dan membuang jauh-jauh mimpimu.  Tapi, masih aku ingat ketika kau berkata, “tak apalah, yang penting abang bisa sarjana, jadi bayar mimpi mama yang dulu gak kesampaian”

Apa yang paling tajam di dunia ini? ku kira pedang, ternyata lidah seorang anak yang melukai hati orangtuanya. Apa yang paling jauh di dunia ini? ku kira antartika, bulan atau matahari, ternyata yang paling jauh adalah masa lalu kita karena waktu yang lewat tak bisa kembali.  Apa yang paling besar di dunia ini? Ku kira gunung, ternyata yang paling besar itu hawa nafsu, yang menghalalkan segala cara demi impian pribadi.  Apa yang paling berat di dunia ini? ku kira baja, besi atau gajah, dan ternyata yang paling besar di dunia ini adalah janji, hal yang mudah diucapkan namun sulit dilakukan.  Apa yang paling ringan di dunia ini? ku kira kapas, dan ternyata bukan. Yang ringan di dunia ini adalah melupakan dan meninggalkan Tuhan.  Sedangkan, apa yang paling dekat di dunia ini? ku kira keluarga atau sahabat, ternyata tidak. Yang paling dekat dengan kita adalah kematian.

Salam,

Anakmu.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: