Asian Value Reconsidered

tommy koh

Apakah benar bahwa nilai-nilai barat lebih unggul daripada nilai-nilai timur? Apakah stereotype yang menyudutkan Tmur hanya suatu kekhawatiran orang Barat jika ternyata bangsa Timur dapat lebih unggul? “Asian Value Reconsidered” kemudian hadir untuk memberi penjelasan tentang pertanyaan-pertanyaan tersebut. Tommy B. Koh dalam tulisannya berjudul ”Asian Value Reconsidered” menyediakan kajian segar pada perdebatan terkait nilai asia. Tommy B. Koh menggambarkan dalam studi empirik dan survey untuk mengidentifikasi beberapa nilai Asia yang disebarkan secara luas pada bangsa Asia. Tommy B. Koh mendesak kedua intelektual baik dari Asia ataupun dari Barat untuk membicarakan nilai-nilai yang saling menopang komunitas dengan toleransi dan saling menghormati, serta bekerja sama dalam semangat saling memahami.

Fakta menyebutkan bahwa banyak ahli Eropa dan Amerika memiliki reaksi yang negatif terhadap konsep nilai Asia.  Menurut Tommy B. Koh, ada tiga alasan mengapa reaksi Barat sedemikian negatifnya ketika orang-orang Asia dengan cepat percaya terhadap nilai-nilai Asia. Pertama, Barat belum bisa menerima Asia secara setara. Barat mendominasi Asia untuk beberapa bagian dalam dua ratus tahun belakangan ini, dan banyak orang di Barat, termasuk para intelektual, masih menganggap Asia dan orang-orang Asia sebagai inferior. Kedua, Barat tidak dapat menerima konsep nilai-nilai Asia karena akhir-akhir ini ada sebuah bentuk tantangan terhadap hegemoni intelektual Barat. Kebenaran bahwa mereka masih tinggal didalam sebuah dunia dimana militer, politik, ekonomi, budaya, intelektual, dan moral didominasi oleh Barat. Ketiga, beberapa pemimpin politik asia timur memberikan nilai-nilai Asia dengan sebuah nama yang buruk dalam pencarian penyalahgunaan kekuasaan keadilannya dan ketidakadilan dalam masyarakatnya pada nama nilai asia.

Untuk mengetahui dengan pasti tentang nilai kebiasaan bermasyarakat Asia Timur, maka  dilakukan beberapa penelitian yang salah satunya oleh David Hitchosk. Dalam penelitiannya, Hitchock menemukan sebuah derajat kecocokan antara pribadi dari nilai bermasyarakat Asia Timur Laut dan Asia Tenggara. Nilai pribadi bangsa Asia berasal dari dua sub-region dengan memberikan penegasan yang sama terhadap pentingnya bekerja keras, pentingnya pembelajaran, kejujuran, kedisiplianan diri, kepercayaan diri dan pemenuhan atas surat-surat berharga. Di dalam nilai sosial, responden setuju dengan pentingnya sebuah masyarakat yang tertib, harmonis dengan wewenang, akuntabilitas publik dan persetujuan.

Penelitian Hitchock memperkuat pandangan Tommy B. Koh bahwa terdapat tiga perbedaan signifikan antara nilai pribadi dan sosial dari orang Asia dan Amerika. Orang-orang Asia menekankan pentingnya masyarakat yang tertib, sedangkan orang Amerika menekankan pada kebebasan pribadi dan HAM. Orang-orang Asia menekankan pentingnya kepedulian dari pembelajaran dan disiplin diri, sedangkan orang-orang Amerika menekankan kesuksesan, prestasi diri, dan membantu sesama.

Berdasarkan hasil penelitian yang dikemukakan Hitchock, saya setuju bahwa tidak ada yang membuktikan bahwa Asia lebih inferior dibandingkan bangsa Barat. Pernyataan mengenai penyebab krisis di Asia diakibatkan oleh nilai-nilai yang dianut sangat tidak relevan. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan fakta yang menyatakan bahwa beberapa negara di Asia dengan cepat telah bangkit dari krisis, bahkan mampu mengimbangi kemajuan yang dicapai negara-negara Barat.  Jepang, Korea Selatan, dan Malaysia merupakan beberapa negara di Asia yang dengan sukses merebut perhatian perekonomian dunia dengan memegang teguh nilai-nilai bangsanya.

Pandangan orang Barat tentang pentingnya kebebasan individu ternyata telah diterapkan bahkan dilampaui oleh negara-negara Asia. Beberapa negara di Barat yang lebih mengutamakan pencapaian pembangunan tetapi mengabaikan keadilan mengakibatkan hak-hak dasar masyarakat terabaikan. Dalam hal ini, keadilan yang dimaksud adalah seperti yang dikemukakan oleh Amartya Sen dalam melihat pembangunan. Menurut Sen, pembangunan sebagai suatu proses harus mampu membuka kemerdekaan yang luas bagi semua orang. Kemerdekaan harus dipandang sebagai suatu tujuan utama dengan mencakup kemampuan untuk mencegah terjadinya pengurangan hak dasar.

Menurut saya, kelemahan yang terdapat dalam tulisan Asian Value Reconsidered” adalah tidak ada contoh kasus yang berdampak negatif pada bangsa Barat dalam implementasi nilai-nilainya. Untuk melakukan perbandingan antara Barat dan Timur, seharusnya ada contoh yang seimbang. Krisis yang dialami Asia Timur tidak relevan, karena kenyataannya bangsa Barat mengalami juga krisis global pada 2010.

Kesimpulan Tommy B. Koh yang menyatakan bahwa kita harus menjadi warga negara satu dunia dengan adanya globalisasi, teknologi informasi dan mobilitas manusia menjadi suatu yang utopis. Menurut saya, kesepakatan global tentang apa yang baik dan buruk, dan benar atau salah yang diinginkan Tommy T. B. Koh bukan menjadi solusi. Bangsa Barat dan Timur memiliki nilai-nilai tersendiri yang harus dipegang teguh oleh masing-masing individu. Kesetaraan bagi setiap individu merupakan hal yang lebih penting tanpa melihat nilai-nilai yang dianut.

Kesepakatan global seperti apa yang diinginkan Tommy B. Koh? Pada dasarnya, stereotype yang menyatakan bahwa Barat lebih unggul daripada Timur telah menjadi sebuah kontruksi sosial yang tercipta pada masyarakat dunia. Orang timur menganggap sebagai kelompok yang inferior dan orang barat menganggap bahwa kelompoknya adalah superior. Anggapan tersebut menjadi sebuah dikotomi antara Barat dan Timur. Orang Barat lebih unggul atau lebih maju, sedangkan orang Timur lebih rendah merupakan suatu pernyataan yang pada dasarnya telah menghapus cita-cita dalam mewujudkan persamaan hak dan kesetaraan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: